Kamis, 19 April 2012

Ciri-ciri Anak Prasekolah atau TK

Ciri Anak Prasekolah atau TK – Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial, dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi. Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam mengenalkan berbagai aspek kehidupan sosial, atau norma- norma kehidupan bermasyarakat.
 
 
 Dalam proses perkembanganya ada ciri-ciri yang melekat dan menyertai periode anak tersebut. Menurut Snowman (1993 dalam Patmonodewo, 2003) mengemukakan ciri-ciri anak prasekolah (3-6 tahun) yang biasanya ada TK. Ciri-ciri anak TK dan prasekolah yang dikemukakan meliputi aspek fisik, sosial, emosi dan kognitif.
 1) Ciri Fisik Anak Prasekolah Atau TK. Penampilan maupun gerak gerik prasekolah mudah dibedakan dengan anak yang berada dalam tahapan sebelumnya.
  • Anak prasekolah umumnya aktif. Mereka telah memiliki penguasaan atau kontrol terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang dilakukan sendiri.
  • Setelah anak melakukan berbagai kegiatan, anak membutuhkan istirahat yang cukup, seringkali anak tidak menyadari bahwa mereka harus beristirahat cukup. Jadwal aktivitas yang tenang diperlukan anak.
  • Otot-otot besar pada anak prasekolah lebih berkembang dari kontrol terhadap jari dan tangan. Oleh karena itu biasanya anak belum terampil, belum bisa melakukan kegiatan yang rumit seperti misalnya, mengikat tali sepatu.
  • Anak masih sering mengalami kesulitan apabila harus memfokuskan pandangannya pada obyek-obyek yang kecil ukurannya, itulah sebabnya koordinasi tangan masih kurang sempurna.
  • Walaupun tubuh anak lentur, tetapi tengkorak kepala yang melindungi otak masih lunak (soft). Hendaknya berhati-hati bila anak berkelahi dengan teman-temannya, sebaiknya dilerai, sebaiknya dijelaskan kepada anak-anak mengenai bahannya.
  • walaupun anak lelaki lebih besar, anak perempuan lebih terampil dalam tugas yang bersifat praktis, khususnya dalam tugas motorik halus, tetapi sebaiknya jangan mengkritik anak lelaki apabila ia tidak terampil, jauhkan dari sikap membandingkan anak lelaki-perempuan, juga dalam kompetisi ketrampilan seperti apa yang disebut diatas.
2) Ciri Sosial Anak Prasekolah atau TK
  • Umumnya anak pada tahapan ini memiliki satu atau dua sahabat, tetapi sahabat ini cepat berganti, mereka umumnya dapat cepat menyesuaikan diri secara sosial, mereka mau bermain dengan teman. Sahabat yang dipilih biasanya yang sama jenis kelaminnya, tetapi kemudian berkembang sahabat dari jenis kelamin yang berbeda.
  • Kelompok bermain cenderung kecil dan tidak terorganisasi secara baik, oleh karena kelompok tersebut cepat berganti-ganti.
  • Anak lebih mudah seringkali bermain bersebelahan dengan anak yang lebih besar. Parten (1932) dalam social participation among praschool children melalui pengamatannya terhadap anak yang bermain bebas di sekolah, dapat membedakan beberapa tingkah laku sosial: a) Tingkah laku unoccupied anak tidak bermain dengan sesungguhnya. Ia mungkin berdiri di sekitar anak lain dan memandang temannya tanpa melakukan kegiatan apapun. b) Bermain soliter anak bermain sendiri dengan menggunakan alat permainan, berbeda dari apa yang dimainkan oleh teman yang berada di dekatnya, mereka berusaha untuk tidak saling berbicara. c) Tingkah laku onlooker anak menghasilkan tingkah laku dengan mengamati. Kadang memberi komentar tentang apa yang dimainkan anak lain, tetapi tidak berusaha untuk bermain bersama. d) Bermain pararel anak-anak bermain dengan saling berdekatan, tetapi tidak sepenuhnya bermain bersama dengan anak lain, mereka menggunakan alat mainan yang sama, berdekatan tetapi dengan cara tidak saling bergantung. e) Bermain asosiatif anak bermain dengan anak lain tanpa organisasi. Tidak ada peran tertentu, masing-masing anak bermain dengan caranya sendiri-sendiri. f) Bermain Kooperatif anak bermain dalam kelompok di mana ada organisasi. Ada pemimpinannya, masing-masing anak melakukan kegiatan bermain dalam kegiatan, misalnya main toko-tokoan, atau perang-perangan.
3) Ciri Emosional Anak Prasekolah atau TK
  • Anak TK cenderung mngekspreseikan emosinya dengan bebas dan terbuka. Sikap marah sering diperlihatkan oleh anak pada usia tersebut.
  • Iri hati pada anak prasekolah sering terjadi, mereka seringkali memperebutkan perhatian guru.
4) Ciri Kognitif Anak Prasekolah atau TK
  • Anak prasekolah umumnya terampil dalam berbahasa. Sebagian dari mereka senang berbicara, khususnya dalam kelompoknya, sebaiknya anak diberi kesempatan untuk berbicara, sebagian dari mereka dilatih untuk menjadi pendengar yang baik.
  • Kompetensi anak perlu dikembangkan melalui interaksi, minat, kesempatan, mengagumi dan kasih sayang. Ainsworth dan Wittig (1972) serta Shite dan Wittig (1973) menjelaskan cara mengembangkan agar anak dapat berkembang menjadi kompeten dengan cara sebagai berikut: a) Lakukan interaksi sesering mungkin dan bervariasi dengan anak. b) Tunjukkan minat terhadap apa yang dilakukan dan dikatakan anak. c) Berikan kesempatan kepada anak untuk meneliti dan mendapatkan kesempatan dalam banyak hal.
  • Berikan kesempatan dan dorongan maka untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri. a) Doronglah anak agar mau mencoba mendapatkan ketrampilan dalam berbagai tingkah laku. b) Tentukan batas-batas tingkah laku yang diperbolehkan oleh lingkungannya. c) Kagumilah apa yang dilakukan anak. d) Sebaiknya apabila berkomunikasi dengan anak, lakukan dengan hangat dan dengan ketulusan hati.

Minggu, 07 November 2010

Tenaga Pendidik

Profil TKIT AL-AZHAR OKI

Ahlan wa Sahlan
Selamat datang ke Dunia Pendidikan
Playgroup/TKIT Al-Azhar OKI


Memasuki pergaulan global yang penuh kompetensi, bangsa Indonesia sangat memerlukan tampilannya generasi baru yang memiliki kompetensi, integritas, dan visi ke depan yang jelas. Itu semua harus disiapkan secara sadar, cerdas, dan berencana oleh pihak pemerintah maupun masyarakat, terutama oleh orang tua yang menginginkan putra-putrinya siap dan bahkan penuh antusias menghadapi masa depan yang penuh dengan perubahan dan inovasi.

Di TKIT Al-Azhar OKI setiap anak adalah istimewa dan layak memperoleh pelayanan yang sama karena Alloh menciptakan manusia dengan derajat dan hak-hak yang sama, sekalipun dengan potensi, minat dan pertumbuhan pribadi yang berbeda-beda.

Pendidikan di TKIT Al-Azhar OKI berusaha memberikan fasilitas dan bimbingan bagi perkembangan kecerdasan anak secara utuh, baik kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ), sehingga ukuran keberhasilan anak didik tidak diukur secara seragam, melainkan sesuai dengan potensi dan minat masing-masing. Di TKIT Al-AZHAR OKI pendidikan karakter sangat dipentingkan karena pendidikan “Life Skill” akan sangat diperlukan dalam kehidupan mendatang yang penuh dengan perubahan.

Sekali lagi "Selamat datang di TKIT Al-Azhar OKI". Dengan senang hhati kami melayani, mendengarkan dan bekerjasama dengan Bapak/Ibu untuk memajukan pendidikan putra-putri kita.

Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan dengan menyekolahkan putra-putri Bapak/Ibu di TK ini.


VISI 

Terbentuknya generasi yang unggul yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.

MISI
  1. Melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan dan bimbingan secara efektif, sehingga anak berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
  2. Menanamkan dasar-dasar keagamaan untuk membentuk perilaku anak yang berakhlak mulia.
  3. Menciptakan kondisi bermain yang edukatif dan konstruktif.

TUJUAN PENDIDIKAN 

TKIT Al-Azhar OKI bertujuan membentuk anak-anak yang memiliki :
  1. Akhlak kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai Islam serta sikap mandiri sebagai bekal hidup bersama ditengah keluarga  dan masyarakat.
  2. Pengetahuan, sikap dan keterampilan dasar yang cukup untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih.
  3. Membantu  anak mengembangkan kecerdasan yang optimal dalam aspek kognitif, emosional dan spiritual.

TARGET PENDIDIKAN
  1. Anak mampu mengenal, membaca dan menulis huruf Al-Qur'an.
  2. Anak mampu menyebutkan kosa kata bahasa Arab, Inggris tingkat dasar.
  3. Anak mampu membaca dan menulis tingkat dasar.
  4. Anak mampu mempraktekkan sholat wajib, do'a harian dan ayat pendek.
  5. Anak berakhlak mulia memiliki kepekaan sosial.

PROGRAM PEMBELAJARAN

Program unggulan TKIT Al-Azhar OKI

Program Kemampuan Dasar :
  • Berbahasa.
  • Fisik Motorik (Motorik halus dan kasar).
  • Kognitif.
  • Seni.
  • Pembiasaan.
Program Pendidikan Agama Islam (PAI) :
  • Menanamkan nilai-nilai tauhid keimanan melalui rukun iman dan rukun Islam melalui nasyid dan cerita.
  • Mengenalkan adab dan kebiasaan sehari-hari melalui kalimat toyyibah sehingga anak berakhlakul karimah.
  • Hafalan surat pendek, do'a sehari-hari dan hadist pendek.
  • Praktek ibadah (bersuci, shalat, manasik haji).
  • Membentuk prilaku anak melalui keteladanan Rasulullah, Nabi dan Sahabat dengan kisah-kisah (Siroh Nabawiyah).
  • Mengenalkan huruf hijaiyah dengan latihan menulis dan iqro'.
  • Pengenalan kosakata bahasa Inggris, Arab tingkat dasar.
Program Tambahan :
  • Ekstrakurikuler renang, sanggar seni Islam, Komputer, memasak, berkebun dan makan bersama.
  • Kunjungan Edukatif.
  • Kursus Membaca untuk anak TK B.
  • Forum Silaturrahmi Orang tua Murid dan Guru (FSOMG).
  • PSPA.
  • Sholat Dhuha berjama'ah.

WAKTU BELAJAR
 
Sekolah berlangsung 5 hari, yaitu Senin - Jumat. Adapun belajar siswa adalah sebagai berikut :

Playgroup
  • Senin - Kamis      :  07.45 - 10.00 WIB
  • Jumat                   :  07.45 - 09.30 WIB
TK
  • Senin - Kamis      :  07.45 - 10.30 WIB
  • Jumat                   :  07.45 - 10.00 WIB